Riwayat Taun dan Wabah dalam Sejarah Islam



Rp99.000,00
Rp79.200,00 Hemat 20%
Termasuk pajak

DATA BUKU

Judul : Riwayat Wabah dan Taun dalam Sejarah Islam: Penyebab, Cara Menghadapi, dan Hikmah Pandemi

Judul asli : Ma Rawahu al-Wa’un fi Akhbar ath-Tha’un

Penulis : Jalaluddin as-Suyuthi

Genre : Sejarah

Penerbit : Alvabet

Cetakan : I, Desember 2020

Ukuran : 13 x 20 cm

Tebal : 432 halaman (2.25 cm)

Berat : 450 gram

ISBN : 978-623-220-101-9

SINOPSIS

Dunia tengah berjuang keras menghadapi wabah atau pandemi Covid-19. Dalam tempo setahun sejak kasus pertama di Wuhan, Tiongkok, pada akhir 2019, lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia dinyatakan positif covid-19 dan lebih dari satu juta orang meninggal akibat virus ini. Semua negara melakukan langkah darurat untuk menekan penyebaran virus, mulai dari isolasi warga yang terjangkit, pembatasan sosial warga hingga karantina wilayah atau lockdown, serta imbauan tegas untuk menjalani protokol kesehatan dengan memakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak.

Jauh sebelum itu, sejumlah literatur klasik Islam telah membicarakan wabah, di antaranya karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi (ahli tafsir yang terkenal dengan karyanya, Tafsir al-Jalâlain) ini. Sebelumnya, Ibnu Hajar al-Asqalani juga telah menulis topik yang sama. Buku ini mengungkapkan sejarah wabah pada masa lalu, masa Islam setelah wafatnya Nabi hingga masa penulisnya. Banyak aspek dikupas, dari hakikat wabah, penyebab, cara menghadapi, karantina, dan hikmah di balik pandemi. Berbeda dari karya sebelumnya, buku ini lebih komprehensif, karena dilengkapi dengan ulasan tentang wabah pada era mutakhir dan dari sisi medis modern.

***

“As-Suyuthi terkenal menguasai semua disiplin ilmu (agama) melampaui rekan-rekannya dan namanya terkenal di mana-mana dengan sebutan yang baik. Beliau juga telah mengarang banyak kitab yang bermanfaat.”

Imam asy-Syaukani, pengarang kitab Nail al-Authâr    

PENULIS

JALALUDDIN AS-SUYUTHI. Lengkapnya, Abdurrahman bin Abu Bakar bin Muhammad bin Sabiquddin bin al-Fakhr Utsman bin Nashiruddin Muhammad bin Saifuddin Khadhari bin Najmuddin Abu ash-Shalah Ayub bin Nashiruddin Muhammad bin asy-Syaikh Hammamuddin al-Hamman al-Khadhari al-Asyuthi. Lahir selepas Maghrib, Ahad malam, bulan Rajab tahun 849 H.

As-Suyuthi adalah salah satu ulama yang produktif menulis kitab, di antaranya: al-Itqân fi ‘Ulûm al-Qur’ân, ad-Durr al-Mantsûr fi Tafsîr al-Ma’tsûr, Tarjumân al-Qur’ân fi at-Tafsîr, Lubâb an-Nuqûl fi Asbâb an-Nuzûl, al-Iklîl fi Istinbâth at-Tanzîl, Mafâtih al-Ghaib fi at-Tafsîr, Syarh al-Isti’âdzah wa al-Basmalah, ‘Ain al-Ishâbah fi Ma’rifah ash-Shahâbah, Husn al-Muhâdharah, Kasyf at-Talbîs ‘an Qalbi Ahl at-Tadlîs, Taqrîb al-Gharîb, Asmâ’ al-Mudallisîn, Tafsîr al-Jalâlain (menuntaskan tafsir yang dibuat oleh Jalaluddin al-Mahalli), al-Asybâh wa an-Nazhâ’ir, Mâ Rawâhu al-Wâ’un fi Akhbâr ath-Thâ’un (diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Pustaka Alvabet, 2020), dan lain-lain.

As-Suyuthi wafat pada hari Jumat malam tanggal 19 Jumadil Ula 911 H, dalam usia 61 tahun. Sebelumnya beliau menderita sakit selama tujuh hari. Beliau dikuburkan di pemakaman Qaisun, Kairo.

46 item

Referensi Spesifik

Produk baru

No customer reviews for the moment.