Kitab Cinta



Rp35.000,00
Rp14.000,00 Hemat 60%
Termasuk pajak Buku preorder dikirim tanggal 25 November 2020

DATA BUKU

Judul: KITAB CINTA: Risalah Utama Para Pecinta Sejati

Penulis: Syeikh Abdul Qadir as-Sufi

Penerjemah: Maufur

Editor: Aisyah

Cetakan: I, September 2008

Ukuran: 12 x 15,5 cm

Tebal: 216 halaman

ISBN: 978-979-99803-3-5

SINOPSIS

Cinta Ilahiah adalah salah satu dari banyak dimensi cinta, sekaligus yang paling hakiki di antara semuanya. Cinta terbesar dan terdalam hanya kepada Sang Pencipta, tanpa menduakan-Nya dengan apa pun. Inilah makna cinta sejati, yang akan membebaskan umat manusia dari belenggu duniawi.

Di tengah dunia yang tak jua reda dari peperangan, pertikaian, dan perusakan di mana-manasemua tabiat buruk itu bahkan kerap mengatasnamakan agamakita benar-benar haus akan cinta sejati. Di manakah kita bisa menemukan oasis itu?

Merujuk pada al-Quran, hadis, dan kata-kata mutiara para sufi, kitab ini merupakan sumber bacaan utama mengenai cinta. Mengulas makna dasar cinta, jenis-jenis dan tahapan-tahapan untuk meraihnya, kitab ini mampu menyegarkan dahaga kedamaian hidup di bawah naungan kasih-Nya.

PENULIS

Syeikh Abdul Qadir as-Sufi lahir pada 1930 di Ayr, Skotlandia, dengan nama Ian Dallas. Dia adalah pemimpin Tarekat Darqawiyah-Syadhiliyah-Qadiriyah, sebuah aliran tarekat di era modern yang memuliakan kemiskinan dan asketisme. Dia juga pendiri Murabitun World Movement, sebuah gerakan keagamaan yang bercita-cita menegakkan ajaran Islam secara kaffah.

Syeikh as-Sufi sangat menganjurkan kesetiaan pada otentisitas ajaran hukum Islam, yang terpateri pada norma dan perilaku masyarakat Muslim di Madinah pada masa lampausebagaimana direkam Imam Malik bin Anas. Seperti dijelaskan panjang-lebar dalam karyanya, Root Islamic Education, dia menilai Era Madinah merupakan bentuk dasar masyarakat Islam, yang kini sangat diperlukan untuk membangun kembali Islam kontemporer.

Ian Dallas mulanya bukanlah seorang Muslim. Pria yang pernah mengenyam bangku sekolah di Royal Academy of Dramatic Art dan University of London ini adalah seorang dramawan. Pada 1963 di Fes, Moroko, dia memeluk Islam di bawah bimbingan Imam Masjid al-Qarawiyyin, Syeikh Abdul Karim Daudi. Setelah masuk Islam, Ian Dallas mengubah namanya menjadi Abdul Qadir. Dia kemudian bergabung dengan Tarekat Darqawiyah, sebuah gerakan tarekat terkemuka di Maroko yang menisbatkan namanya pada Syeikh Muhammad al-Arabi al-Darqawi (1760 1823). Di tarekat ini, dia berguru pada Syeikh Muhammad bin al-Habib, sang pemimpin tarekatdari Syeikh inilah Abdul Qadir memperoleh gelar as-Sufi.

Abdul Qadir as-Sufi bergabung dengan Tarekat Darqawiyah berkat peran dua tokoh: Syeikh Muhammad bin al-Habib, guru pertamanya; dan Syeikh Muhammad al-Fayturi Hamudah, pewaris langsung Syeikh Mustafa al-Alawipendiri Tarekat Darqawiyah-Alawiyah. Bersama Syeikh al-Habib, dia menjelajahi Maroko dan Aljazair untuk belajar sufisme dari Sidi Hamud bin al-Bashir (ulama Blida) serta Sidi Fudul al-Huwari as-Sufi (ulama Fes). Setelah kembali ke Eropa dari Maroko, dia menuju ke Benghazi, Libya, bersama Syeikh al-Fayturi. Di sini, Abdul Qadir as-Sufi menceburkan diri ke dalamkhalwa, sebuah proses spiritual dengan cara menyepi dan mengasingkan diri. Tak lama setelah itu, dia mendeklarasikan kepemimpinannya atas Tarekat Darqawiyah.

Pada awal 1980-an, ulama terkemuka di seantero Afrika ini mendirikan Murabitun World Movement, sebuah gerakan yang berorientasi menegakkan Islam secarakaffah. Fokus utama gerakan ini menekankan pentingnya zakat sebagai sistem pajak, yang kini telah punah akibat dominasi praktik politik dan sistem keuangan non-Islam. Di mata Syeikh as-Sufi, pemulihan praktik zakat mengharuskan adanya pemberlakuan mata uang syariah yang otentik, yakni mata uang dinar (emas) dan dirham (perak). Syarat pokok lainnya bagi pemberlakuan zakat sebagai sistem pajak, menurut as-Sufi, yaitu ketetapan hukum perdata menyangkut hal ini. Sebab, zakatseperti tertuang dalam ajaran al-Quran, juga aturan yang pernah ada dan praktik yang berlaku dalam sejarah Islam awaldiambil secara resmi (paksa) oleh pemerintah, dan bukan diberikan oleh seseorang secara sukarela sebagai sedekah (shadaqah).

Syeikh Abdul Qadir as-Sufi juga merupakan sosok yang bertanggung jawab atas pembangunan tiga masjid masyhur: Masjid Ihsan, Norwich, Inggris; Masjid Agung Granada, Spanyol; dan Masjid Jami Cape Town, Afrika Selatan. Pada 2004, dia mendirikan Dallas College di Cape Town, sebuah pusat pendidikan untuk melahirkan pemimpin-pemimpin Muslim.

40 item

Referensi Spesifik

Produk baru

No customer reviews for the moment.